Koleksi Busana Karya Siswa SMKN 8 Padang Tampil di Padang Fashion Summit 2026

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh Anggi
Rabu, 19 Agustus 2026 21:31:30 Klik: 113
Klik untuk melihat foto lainnya...

 PADANG —Kompetensi Keahlian Busana SMKN 8 Padang tampil dalam ajang Padang Fashion Summit 2026 yang digelar pada 10 Agustus 2026. Kreativitas siswa SMK Negeri 8 Padang kembali mendapat ruang untuk tampil di panggung fesyen. Koleksi busana karya siswa.

Dalam peragaan tersebut, siswa SMKN 8 Padang menampilkan koleksi bertema “Casual Ready to Wear”, yang mengangkat konsep busana kasual yang modern, nyaman, dan memiliki karakter. Koleksi tersebut memadukan kain batik, kain polos, dan lurik dengan dominasi serta kombinasi warna hijau, sehingga menghasilkan tampilan yang dinamis, kekinian, sekaligus tetap membawa unsur budaya pada busana.

Sejumlah model memperagakan koleksi busana dalam berbagai bentuk, mulai dari atasan, outer, celana, rok hingga busana dengan permainan layering dan detail motif. Perpaduan kain tradisional dan material polos memberikan karakter tersendiri pada setiap busana yang ditampilkan.

Ketua Kompetensi Keahlian Busana SMKN 8 Padang, Linda Marriati, menjelaskan bahwa koleksi yang ditampilkan bukan sekadar produk untuk kepentingan fashion show, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran siswa yang mengacu pada Kurikulum Merdeka.

“Proses produksi koleksi ini dilakukan melalui tahapan pembelajaran mulai dari mencari inspirasi, menentukan konsep dan tema, membuat desain, memilih bahan, membuat pola, melakukan pemotongan, proses menjahit, hingga tahap penyelesaian dan evaluasi produk. Semua tahapan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa,” ujar Linda.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam menghasilkan koleksi secara utuh memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sebuah produk busana dirancang hingga siap ditampilkan kepada publik. Siswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan menjahit, tetapi juga belajar mengenai desain, pemilihan bahan, komposisi warna, ketepatan ukuran, kreativitas, kerja sama, manajemen waktu, hingga bagaimana mempresentasikan sebuah produk.

“Pembelajaran di SMK memang harus memberikan pengalaman yang mendekati dunia kerja. Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar bahwa sebuah karya tidak berhenti ketika selesai dijahit, tetapi harus memiliki konsep, kualitas, nilai estetika dan mampu dipresentasikan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 8 Padang menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas dan kerja keras siswa serta guru pembimbing yang telah mempersiapkan koleksi tersebut. Menurutnya, penampilan di ajang fesyen seperti Padang Fashion Summit menjadi salah satu bentuk pembuktian bahwa siswa SMK memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan dan ditampilkan di ruang publik.

“Anak-anak kita memiliki potensi yang besar. Mereka tidak hanya belajar teori dan praktik di dalam kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang layak ditampilkan pada sebuah ajang fashion. Ini merupakan bagian dari proses membangun kompetensi, kepercayaan diri, kreativitas dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang mendorong siswa untuk menghasilkan karya nyata dan memiliki pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi antara pembelajaran di sekolah dan kesempatan tampil di berbagai kegiatan profesional diharapkan dapat semakin memperkuat kompetensi lulusan SMKN 8 Padang.

Penampilan koleksi Casual Ready to Wear SMKN 8 Padang juga mendapat apresiasi dari jajaran Dekranasda Provinsi Sumatera Barat dan Dekranasda Kota Padang. Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi siswa dan guru untuk terus mengembangkan kreativitas, khususnya dalam mengolah kekayaan tekstil dan budaya lokal menjadi produk fesyen yang lebih modern dan memiliki daya tarik.

Penggunaan batik dan lurik dalam koleksi tersebut menunjukkan upaya siswa untuk mengangkat kain bercorak tradisional ke dalam gaya busana yang lebih kasual dan sesuai dengan perkembangan mode saat ini. Dengan sentuhan desain yang lebih modern, material tradisional dapat tampil lebih fleksibel dan relevan untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Keikutsertaan SMKN 8 Padang dalam Padang Fashion Summit 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah memperkenalkan potensi dan karya peserta didik kepada masyarakat luas. Panggung fesyen tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk memperagakan busana, tetapi juga menjadi ruang pembuktian bahwa proses pembelajaran vokasi dapat melahirkan karya kreatif yang memiliki nilai estetika, budaya dan peluang ekonomi.

Melalui pengalaman tersebut, SMKN 8 Padang terus mendorong siswa Kompetensi Keahlian Busana untuk berani berkarya, berinovasi dan memperkenalkan produk mereka ke ruang publik. Dari ruang praktik sekolah, karya siswa akhirnya dapat melangkah ke panggung fesyen dan menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif di Sumatera Barat.

 
Berita Lainnya
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.