| Berita / Berita Pendek |
Desainer Nasional IFC Kunjungi SMKN 8 Padang, Berikan Inspirasi dan Masukan untuk Pengembangan Pendi
| Oleh Anggi | ||
| ||
![]() | ||
| Klik untuk melihat foto lainnya... | ||
Padang, 21 Juli 2026 – Setelah menuntaskan rangkaian *Indonesia Fashion Chamber (IFC) National Board Meeting 2026* yang berlangsung di Sumatera Barat selama tiga hari, mulai *19 hingga 21 Juli 2026, sejumlah desainer nasional yang tergabung dalam jajaran pengurus IFC menyempatkan diri mengunjungi **SMK Negeri 8 Padang*. Kunjungan tersebut menjadi momen berharga bagi sekolah untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri mode nasional. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan sekolah, guru, serta siswa Kompetensi Keahlian Busana. Adapun desainer nasional yang hadir dalam kunjungan tersebut adalah *Yetty Rosila Hadi (Jakarta), Taruna Kusmayadi (Jakarta), Dina Midiani (Jakarta), Yetty Topiah (Malang), Tya Chandra (Semarang),* dan *Sanet Sabintang (Banyuwangi).* Selama berada di SMKN 8 Padang, para desainer berkesempatan meninjau berbagai *workshop dan ruang praktik* yang menjadi pusat pembelajaran siswa. Mereka melihat secara langsung proses pembelajaran serta beragam produk karya siswa, mulai dari desain busana, produk jahit, hingga hasil kreativitas yang telah dipamerkan dalam berbagai ajang kompetisi dan pameran. Kunjungan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama guru-guru produktif mengenai perkembangan dunia fashion nasional, kebutuhan industri, serta pengembangan materi dan kurikulum pembelajaran agar semakin selaras dengan tuntutan dunia kerja. Berbagai gagasan inovatif dan perspektif baru disampaikan oleh para desainer sebagai bekal bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi. Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, para desainer juga memberikan motivasi kepada siswa kelas XII yang akan segera memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Mereka berbagi pengalaman perjalanan karier, tantangan dalam industri mode, serta pentingnya membangun kreativitas, karakter, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan tren dan teknologi. “Karya yang lahir dari sekolah vokasi memiliki potensi besar untuk berkembang di industri. Teruslah berkarya, berani berinovasi, dan jangan pernah berhenti belajar,” menjadi salah satu pesan yang menginspirasi para siswa selama sesi motivasi berlangsung. Selain memberikan apresiasi terhadap berbagai fasilitas praktik dan hasil karya siswa, para desainer juga menyampaikan sejumlah saran konstruktif bagi pengembangan Kompetensi Keahlian Busana SMKN 8 Padang. Masukan tersebut meliputi penguatan pembelajaran berbasis industri, pengembangan produk yang memiliki nilai komersial, peningkatan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses desain dan produksi busana. Pihak SMKN 8 Padang menyambut baik berbagai rekomendasi tersebut sebagai bahan evaluasi dan pengembangan sekolah di masa mendatang. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktisi industri diyakini menjadi salah satu kunci dalam mencetak lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang semakin erat antara Indonesia Fashion Chamber dan SMKN 8 Padang. Momen tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai bentuk kerja sama yang lebih luas, baik dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, maupun pembinaan siswa melalui program-program industri. Kunjungan singkat yang berlangsung di sela kepulangan para peserta *IFC National Board Meeting 2026* ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga sekolah. Kehadiran para desainer nasional tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membawa semangat baru untuk terus menghadirkan inovasi dalam pendidikan vokasi bidang busana, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menjawab tantangan industri fashion Indonesia. | ||
| Berita Berita Pendek Lainnya | ||
|










