| Berita / |
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri SMK Negeri 8 Padang gandeng BPVP dalam Kerja Sama Strategis
| Oleh Anggi | ||
| ||
Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pada Rabu (4/2), langkah konkret diambil melalui pertemuan koordinasi dan inisiasi kerja sama strategis dengan SMK Negeri 8 Padang. Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Kepala BPVP Padang, Arnov Tri Hartanto, B.Eng., M.Sc., M.Eng. Kehadiran pucuk pimpinan BPVP tersebut disambut oleh pihak SMK Negeri 8 Padang yang diwakili oleh Ibu Ita Desnatalia, M.Pd. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk merumuskan langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja. Dalam sambutannya, Arnov Tri Hartanto menekankan bahwa sinergi antara lembaga pelatihan kerja dan sekolah kejuruan adalah kunci utama dalam menekan angka pengangguran. “Kami ingin memastikan bahwa keterampilan yang diajarkan di sekolah sejalan dengan standar industri saat ini,” ungkapnya. Lima Pilar Kerja Sama Strategis Peningkatan Keterampilan: Program pelatihan khusus bagi siswa guna menyesuaikan kompetensi mereka dengan kebutuhan terkini di dunia industri. Penyerapan Tenaga Kerja: Menciptakan jalur distribusi yang efisien bagi lulusan untuk langsung terserap ke sektor produktif. Layanan Penempatan: Mekanisme penempatan kerja yang terarah agar alumni mendapatkan posisi yang sesuai dengan keahliannya. Program Pemagangan: Memberikan pengalaman lapangan yang riil bagi siswa dan alumni di mitra industri BPVP. Optimalisasi BKK: Penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai pusat informasi lowongan dan penghubung utama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Ibu Ita Desnatalia, M.Pd., menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, dukungan dari BPVP Padang akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kredibilitas lulusan SMK Negeri 8 Padang di mata pemberi kerja. Melalui kemitraan ini, kedua institusi optimistis dapat meningkatkan persentase keterserapan lulusan di dunia kerja secara signifikan. Dengan adanya sinkronisasi kurikulum pelatihan dan perluasan jejaring kemitraan, siswa tidak hanya dipersiapkan secara teori, tetapi juga mentalitas dan keterampilan teknis yang matang untuk menghadapi dinamika pasar kerja global Laporan : Eka Teresia | ||
| Berita Lainnya | ||
|









